Aku adalah lelaki berumur 29 Tahun, namaku sebut saja Andi dan sudah menikah bahkan mempunyai seorang anak laki-laki 3 tahun. Cerita ini berawal ketika aku mengantar istriku dalam rangka liburannya (dia seorang dosen) ke salah satu kabupaten di Karesidenan Banyumas sana dan aku sendiri bekerja sebagai "officer" di salah satu perusahaan PMA di Surabaya. Sekembalinya aku dari Banyumas itu aku lewat jalur Wonosobo karena untuk ke arah Semarang lebih cepat. Saat bus berhenti di agen Temanggung teringatlah aku memory dengan bekas pacarku saat aku kuliah di Semarang dan karena kedua orangtuanya tidak setuju akhirnya kami berpisah secara baik-baik.
Dia adalah gadis di sebuah desa di lereng Gunung Sumbing. Wajahnya bulat cantik, bibirnya mirip penyayi Paramitha Rusadi dan bodinya ambooyy. "Aaah..." aku menghela nafas kembali sejenak melintas bayangan wajah itu, wajah seorang Yunita. Dan aku masih mengenang sebuah "French kiss" perpisahan kami di bentangan kebun teh itu dan berlanjut hingga mahkotanya yang terjaga selama ini diserahkan kepadaku. Diiringi mentari yang menyelimuti dirinya dengan kabut putih beriringan dengan desahan dan lenguhan di antara sejuknya udara kota itu. Ada sedikit tanda merah yang tertinggal di rok dalamnya sebelum aku meminta diri untuk meninggalkan semua yang ada di dirinya.
"Maaf Mas apa kursi ini kosong?" tanya suara itu.
"Maaf Mas apa kursi ini kosong?" tanya suara itu.













